Hotline: 0511-4721635, email: subbaghumas_resbanjar@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

KAPOLRES BANJAR

Video

WAKAPOLRES BANJAR

Ditangkap Unit Satuan Resnarkoba Polres Banjar Saat Menyabu

Posted by bang aji at Senin, 15 September 2014

Martapura, 16/09/2014 - Satuan Resnarkoba Polres Banjar pada hari Selasa (16/9) sekitar jam 10.30 Wita telah menangkap pelaku Narkoba didalam kamar rumahnya, sesaat setelah pelaku memakai Narkoba. Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang kemudian langsung ditindaklanjuti oleh Unit Sat Resnarkoba Polres Banjar.

Pelaku yang mengaku bernama Suisan Hariadi (29) tersebut tinggal bersama keluarganya di Komplek Duta Permai Blok B Rt.13 Rw. 05 Desa Sei Sipai Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, saat pelaku ditangkap petugas ditemukan barang bukti dari tangannya berupa 1(satu)  paket shabu seberat 0.31 gram, pipet, bong dan mancis.

Atas perbuatan yang dilakukannya pelaku telah melanggar pasal 112 (1) UU No.35 Tahun 2009 dengan ancaman minimal 4 Tahun penjara, selanjutnya pelaku berikut barang bukti dibawa dan diamankan oleh petugas dari Unit Satuan Resnarkoba ke Polres Banjar guna proses hukum lebih lanjut. Demikian penjelasan Kasat Resnarkoba Polres Banjar AKP H. Juwarto kepada Humas Polres Banjar. (Humresbjr/aji)

Baca Selengkapnya

Label:

Lat Pra Ops Kepolisian Kewilayahan "Peti Intan 2014" Polres Banjar

Posted by bang aji at Minggu, 14 September 2014

Martapura, 15/09/2014 - Krisis ekonomi global yang berkepanjangan sampai saat sekarang ini belum teratasi berpengaruh terhadap kondisi politik, budaya dan yang berimbas kepada moral bangsa serta berpotensi terhadap gejolak sosial secara keseluruhan. Kondisi krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang belum sepenuhnya mengatasi krisis ekonomi membuat masyarakat yang wilayahnya mengandung mineral dan atau batubara untuk melakukan eksploitasi / penambangan tanpa ijin serta banyaknya permintaan dari luar Kalsel membuat masyarakat semakin terdorong untuk melakukan Peti. Kasus-kasus illegal minning merupakan penambangan tanpa ijin (Peti) masih merupakan salah satu jenis kejahatan yang dapat merugikan negara dan merongrong kewibawaan pemerintah khususnya kredibilitas Polri sebagai aparat penegak hukum serta pengrusakan / pencemaran di lingkungan  hidup yang keberadaannya perlu ditertibkan guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan kebocoran pembayaran royalti kepada pemerintah. Sehubungan dengan hal tersebut pada hari ini Senin (15/9) jam 09.30 Wita di Aula Tri Brata, Polres Banjar  melaksanakan kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Kepolisian Kewilayahan "Peti Intan 2014."
Kegiatan Latpraops dibuka oleh Kabagops Polres Banjar Kompol Daulat Sipayung, S.Sos.,M.AP yang didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Jatmika, SH dan Kasat Intelkam Polres Banjar AKP Letjon Simanjorang, SH. Adapun peserta Latpraops yakni para Kasatfung Polres Banjar, Kapolsek jajaran Polres Banjar dan para Kanit Reskrim jajaran Polres Banjar serta fungsi pendukung lainnya.
Dalam pembukaan kegiatan tersebut Kabagops Polres Banjar menyampaikan beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti oleh pelaksana operasi yakni sebagai berikut, "Operasi Peti akan dilaksanakan selama 15(lima belas) hari dan dalam pelaksanaan operasi Peti 2014 ini yang dikedepankan adalah fungsi Satuan Reskrim, namun demikian diharapkan untuk fungsi pendukung lainnya bisa saling bersinergi dalam memberikan informasi sehingga Operasi Peti 2014 dapat dilaksanakan dengan optimal."
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan oleh Kabagops. Dalam paparannya Kabagops Polres Banjar menyampaikan teknis pelaksanaan Operasi Peti 2014 kepada para peserta Latpraops, utamanya untuk dipahami oleh para pejabat operasi yakni pejabat Satuan Tugas (Satgas) Operasi Kepolisian Kewilayahan, dengan sandi operasi "Peti Intan 2014." Lebih lanjut Kabagops Polres Banjar Kompol Daulat Sipayung, S.Sos.,M.AP menyampaikan, bahwa tujuan operasi yakni terselamatkannya kekayaan negara akibat aksi kegiatan penambangan tanpa ijin (Peti) atau penambangan liar. Kemudian mencegah kerusakan alam yang ditimbulkan oleh aksi penambangan tanpa ijin (Peti) atau penambang liar yang dapat merugikan masyarakat luas dan negara.
Selesai paparan oleh Kabagops, dilanjutkan dengan paparan oleh Kasat Intelkam AKP Letjon Simanjorang, SH. Mengawali paparannya Kasat Intelkam mengajak kepada para peserta Latpraops yakni untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan operasi Peti, yakni penambangan tanpa ijin baik yang dilakukan secara manual maupun dengan peralatan yang modern, sehingga dalam pelaksanaannya dapat dilakukan sesuai kesepakatan dan tidak terkendala dilapangan. Lebih lanjut Kasat Intelkam menyampaikan, agar dalam pelaksanaan operasi Peti nantinya untuk lebih jeli dalam penanganannya, baik itu terhadap  pelaku tambang maupun pelaku pasar serta pelaku-pelaku lain yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan Peti.
Paparan dilanjutkan kembali oleh Kasat Sabhara AKP Tukiman, SH. Terkait dengan pelaksanaan operasi Peti tugas Satuan Sabhara yakni Turjawali, sehingga dapat berperan aktif dalam hal pengawalan alat berat atau alat-alat yang digunakan dalam kegiatan Peti, serta melaksanakan patroli di daerah lokasi-lokasi penambangan dengan sasaran orang/pelaku Peti, barang/alat yang digunakan Peti, Dokumen serta lokasi Peti.
Paparan selanjutnya oleh Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Jatmika, SH. Dalam paparannya Kasat Reskrim menyampaikan mekanisme penyidikan tindak pidana Peti. Dalam pelaksanaan operasi Peti 2014 ini Kasat Reskrim menargetkan minimal dapat menghasilkan, yakni menangkap para pelaku Peti guna menyelamatkan tujuan dari operasi Peti sendiri yaitu menyelamatkan kekayaan alam dan mencegah pengrusakan alam, dengan demikian kredibilitas institusi Polri selaku aparat penegak hukum dapat lebih dipercaya oleh masyarakat, untuk itu beliau meminta kerjasama yang solid kepada masing-masing Satgas sehingga operasi Peti 2014 dapat dilaksanakan dengan optimal.
Materi tentang pentahapan operasi dan anatomi Peti disampaikan oleh Kanit Krimsus Sat Reskrim Polres Banjar Ipda Siswadi, SH. Selain itu disampaikan juga tentang sasaran operasi, target operasi dan cara bertindak.
Demikian beberapa materi dalam pelaksanaan Latpraops Kepolisian Kewilayahan "Peti Intan 2014" telah disampaikan, sehingga dapat menjadi gambaran bagi para Satgas dalam pelaksanaan operasi dan tidak ada kendala dilapangan nantinya. Kegiatan Latpraops Kepolisian Kewilayahan "Operasi Peti 2014" Polres Banjar berakhir pada jam 11.30 Wita, terlaksana dengan tertib dan lancar. (Humresbjr/aji)
Baca Selengkapnya

Label:

Unit Reskrim Polsek Belimbing Kejar Pelaku Pengeroyokan

Posted by bang aji at Sabtu, 13 September 2014

Martapura, 14/09/2014 - Telah terjadi  tindak pidana pengeroyokan pada hari  Sabtu (13/9) jam 17.00 Wita di Dusun Sang Ratu Rt. 06 Desa Belimbing Lama Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar. Korban atas nama Noor Asikin (31), pekerjaan Swasta, alamat Ulin Baru Rt. 04 Rw. 01 Desa Gunung Ulin Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar.               
Menurut keterangan warga yang berada di TKP, bahwa pada saat korban sedang  duduk di warung milik Sdr. Junaidi tiba-tiba didatangi oleh 2(dua) orang pelaku dan tanpa komentar apa-apa kedua pelaku tersebut langsung menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam jenis parang, hingga korban tidak dapat mengelak lagi. Atas perbuatan kedua pelaku tersebut, mengakibatkan korban mengalami luka bacok pada  bagian wajah yaitu dahi sampai ke mulut, leher bagian belakang, punggung, tangan sebelah kiri, kaki kanan dan lutut kaki  kiri. Pelaku atas nama Amat dan Aman, warga Desa Belimbing Baru Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar, keduanya setelah melakukan pengeroyokan terhadap korban langsung melarikan diri.
Kapolsek Belimbing Iptu I Nyoman Widiarsana, SH saat dikonfirmasi oleh Humas Polres Banjar membenarkan adanya kejadian tersebut dan pak Kapolsek juga menjelaskan, "Hingga saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku, sesuai perbuatannya untuk sementara pelaku diancam pasal 170 KUHP namun demikian Unit Reskrim Polsek Belimbing tentunya akan mendalami dan mengembangkan kasus ini, apakah ada unsur-unsur lain yang memberatkannya, dan saat inipun kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Untuk kondisi korban akibat luka bacok telah mendapat pertolongan dari Puskesmas Sungai Pinang dan karena luka yang dideritanya cukup parah, saat ini korban telah dirujuk ke RSU. Ratu Zalecha Martapura." (Humresbjr/aji)
Baca Selengkapnya

Label: