Hotline: 0511-4721635, email: subbaghumas_resbanjar@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

KAPOLRES BANJAR

Video

WAKAPOLRES BANJAR

Polsek Martapura Kota Kembali Tangkap Pelaku Pengedar Narkoba

Posted by bang aji at Jumat, 24 April 2015

MARTAPURA - Kapolsek Martapura Kota AKP Hj. AMALIA AFIFI, SH kembangkan terus kasus peredaran obat terlarang yang belakangan ini marak beredar di wilayah hukumnya. Kali ini berhasil menangkap seorang laki-laki dengan inisial HN (31) saat melakukan transaksi jual beli obat Carnophen Zenith pada Jumat (24/04/2015) sekitar jam 20.30 Wita di jalan Pintu Air Kelurahan Tanjung Rema Darat, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar.

Pelaku tertangkap tangan oleh anggota unit Reskrim Polsek Martapura Kota pada saat akan melakukan transaksi jual beli obat jenis Carnophen Zenith sebanyak 10 keping atau 100 butir yang dibungkus kantong plastik warna hitam, saat kegiatan itu tengah berlangsung petugas datang sehingga membuat pelaku terkejut dan gugup, lalu berusaha menyembunyikan barang haram tersebut dibawah pohon kelapa yang berada dipinggir irigasi namun dengan cepat petugas langsung menangkapnya.

Selanjutnya anggota unit Reskrim Polsek Martapura Kota melakukan pengembangan, yakni dengan melakukan  penggeledahan dirumah pelaku disaksikan oleh Ketua RT lingkungan setempat serta warga dengan inisial PU (27) dan AS (26). Saat dilakukan penggeledahan petugas kembali berhasil menemukan obat Carnophen Zenith yang disimpan oleh pelaku dibawah tempat tidurnya sebanyak 43 butir dan diatas plafon kamar sebanyak 200 butir.

Kapolsek Martapura Kota AKP Hj. AMALIA AFIFI, SH saat dikonfirmasi oleh Paur Subbag Humas Polres Banjar IPDA H. SUWARJI, SE.,MM membenarkan kejadian tersebut dan disampaikan oleh ibu Kapolsek, "Setelah dilakukan penangkapan terhadap Tersangka tersebut, selanjutnya Tersangka berikut barang bukti berupa obat Carnophen Zenith sebanyak 343 (tiga ratus empat puluh tiga) butir dan uang hasil penjualan  sebesar Rp.200.000.- guna kepentingan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut diamankan di Polsek Martapura Kota." Lebih lanjut lagi ibu Kapolsek  menyampaikan bahwa, "Atas perbuatan yang dilakukan Tersangka sesuai pasal 197 jo 106 ayat (1) UU RI NO. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan diancam pidana maksimal 15 Tahun penjara."

Kapolres Banjar AKBP DARU CAHYONO, S.ik melalui Paur Subbag Humas Polres Banjar, menghimbau kepada masyarakat yang masih melakukan kegiatan baik itu memakai, mengedarkan atau sebagai kurir Narkoba, mulai saat ini untuk menghentikan dan menyetop kegiatan tersebut, karena kegiatan itu tidak ada manfaatnya bagi kemaslahatan hidup orang banyak malah justru membahayakan orang lain maupun diri sendiri, dan yang perlu diingat bahwa tidak ada hukum yang membenarkan kegiatan itu, baik itu hukum agama ataupun hukum negara. Disampaikan juga bahwa Polres Banjar beserta jajaran nya, berkomitmen untuk terus memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. (Humasresbjr/aji)

Baca Selengkapnya

Label:

Polsek Martapura Timur Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Dan Atau Penggelapan

Posted by bang aji at

MARTAPURA - Polsek Martapura Timur pada Jumat (24/04/2015) telah menerima laporan dari seseorang dengan inisial HZ (38) warga Desa Antasan Senor Martapura Kabupaten Banjar atas kasus tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang dialaminya.

Kejadian tersebut dilakukan oleh FH (29) warga Desa Banua Lawas Kecamatan Takisung Kabupaten Tala pada Rabu (18/02/2015) di Desa Antasan Senor Ilir Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar.

Menurut keterangan HI (41) yang mengetahui kejadian tersebut, bahwa terlapor awalnya mengaku sebagai pemborong. Kemudian terlapor membeli kayu dari HZ sebanyak 8 (delapan) kali secara bertahap yakni jenis kayu ulin, sewaktu ditanya oleh HZ terlapor mengaku bahwa kayu tersebut untuk pembangunan Sekolah Dasar (SD) yang akan dikerjakannya. Jual beli kayu tersebut dilakukan atas kesepakatan diawal yakni dengan cara terlapor mengambil barang dulu kemudian barang dibayar kemudian setelah terlapor menerima dana dari hasil pekerjaannya selaku pemborong. Namun terlapor tidak menepati kesepakatan itu, bahkan setiap kali ditagih oleh HZ mengenai pembayaran atas kayu ulin yang sudah diambilnya, terlapor selalu menghindar dengan alasan belum turun dananya. Untuk meyakinkan HZ, terlapor memberikan jaminan emas kepada HZ yang diduga emas itu palsu.

Setelah diselidiki oleh HZ ternyata kayu-kayu tersebut telah dijual oleh terlapor kepada seseorang. Atas perbuatan yang dilakukan oleh terlapor, HZ mengalami kerugian sebesar Rp.28.778.000,- hingga akhirnya HZ melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Martapura Timur. Setelah menerima laporan kejadian tersebut, Kanit Reskrim Polsek Martapura Timur Aiptu Andi Pratiknyo dengan teknik dan taktik kepolisian membuat strategi yakni dengan memancing Tersangka sekira mau memesan kembali kayu kepada HZ dan akhirnya Tersangkapun datang ketempat HZ untuk mengambil pesanan kayu, namun diluar dugaan Tersangka bahwa dirinya tengah diintai oleh unit Reskrim Polsek Martapura Timur dan pada saat itu juga dengan gerakan cepat Tersangka langsung ditangkap oleh unit Reskrim Polsek Martapura Timur dibawah pimpinan Kapolsek.

Kapolsek Martapura Timur IPTU EDI PRAYOGO saat dikonfirmasi oleh Paur Subbag Humas Polres Banjar IPDA H. SUWARJI, SE.,MM membenarkan kejadian tersebut dan atas perbuatan yang dilakukan oleh terlapor yakni tindak pidana penipuan dan atau penggelapan, Tersangka FH (29) sesuai pasal 378 KUHP jo pasal 372 KUHP diancam pidana 4 (empat) Tahun penjara. Kemudian guna kepentingan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut Tersangka dan barang bukti berupa 8 (delapan) lembar nota pembelian dan 3 (tiga) untai kalung serta 1 (satu) buah gelang diamankan di Polsek Martapura Timur. (Humasresbjr/aji)

Baca Selengkapnya

Label:

Anev Operasi Simpatik Tahun 2015 Polres Banjar

Posted by bang aji at Kamis, 23 April 2015

MARTAPURA - Polres Banjar selama 21 hari sejak tanggal 1-21 April 2015 telah melaksanakan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi "Operasi Simpatik 2015" kegiatan operasi tersebut lebih mengedepankan fungsi lalu lintas. Dengan berakhirnya waktu operasi tersebut dapat disampaikan analisa dan evaluasi mengenai perkembangan situasi lalu lintas khususnya di wilayah hukum Polres Banjar secara umum kondusif.

Guna mendukung kelancaran  pelaksanaan kegiatan Operasi Simpatik tersebut, Bagian Operasi (Bag Ops) Polres Banjar membagi dalam beberapa Satuan Tugas (Satgas) yakni Satgas 1 (Deteksi Dini), Satgas 2 (Preemtif), Satgas 3 (Preventif), Satgas 4 (Penindakan dan Penertiban) serta Satgas 5 (Bantuan Operasi). Kelima Satgas dalam operasi tersebut melaksanakan tugas secara bersinergi satu sama lain, sehingga pada pelaksanaannya berjalan dengan tertib dan lancar. Adapun Anev dari hasil pelaksanaan Operasi Simpatik Tahun 2015 selama 21 hari yang terhitung sejak tanggal 1-21 April 2015 berbanding dengan pelaksanaan Operasi Simpatik 2014 adalah sebagai berikut :
1. Satgas Deteksi Dini pada Tahun 2014 untuk produk intel nihil, sedangkan pada Tahun 2015 ada 21 produk laporan informasi (LI).
2. Satgas Preemtif pada Tahun 2014 untuk kegiatan penerangan dan penyuluhan (Dikmas Lantas), penyebaran/pemasangan spanduk, leaflet maupun sticker, pelaksanaan program nasional keamanan dan keselamatan lalu lintas sebanyak 1.790 kali, sedangkan pada Tahun 2015 sebanyak 5.813 kali.
3. Satgas Preventif pada Tahun 2014 yang diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli lalu lintas sebanyak 1.577 kali, sedangkan pada Tahun 2015 sebanyak 2.732 kali.
4. Satgas Penindakan dan Penertiban pada Tahun 2014 untuk pelanggaran lalu lintas baik yang ditindak dengan menggunakan surat teguran ataupun Tilang sebanyak 516 perkara, sedangkan pada Tahun 2015 sebanyak 1.429 perkara. Kemudian untuk jumlah kasus kecelakaan lalu lintas pada Tahun 2014 sebanyak 9 kasus yang mengakibatkan korban meninggal dunia 7 orang, luka ringan 11 orang dan kerugian materiil Rp.77.700.000,- sedangkan pada Tahun 2015 sebanyak 4 kasus yang mengakibatkan korban meninggal dunia 2 orang, luka berat 2 orang dan kerugian materiil Rp.2.200.000,- secara umum penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah karena faktor manusia (pengemudi/pengendara) Ranmor yang tidak mematuhi aturan berlalulintas, sedangkan usia pelaku Laka Lantas antara 16-20 dan 26-30 Tahun, merupakan usia yang masih labil dalam menguasai emosi.
5. Satgas Bantuan Operasi pada Tahun 2014 nihil, namun pada pelaksanaan Operasi Simpatik Tahun 2015 mendapat dukungan Sarpras, Alkom dan adanya Teknologi Informasi serta didukung dengan adanya media sosial seperti BBM, Facebook, Twetter, Website dan Blogger/Blogspot, serta didukung dokumentasi kegiatan peliputan/press release dan pelayanan kesehatan kepada personil Polri.

Kapolres Banjar AKBP DARU CAHYONO, S.ik melalui Kasat Lantas Polres Banjar AKP DONNY EKO LISTIANTO, SH.,S.ik saat dikonfirmasi Paur Subbag Humas Polres Banjar menyampaikan, bahwa apabila dilihat dari data hasil  pelaksanaan Operasi Simpatik Tahun 2015 berbanding pada saat pelaksanaan Operasi Simpatik Tahun 2014 dapat dikatakan berhasil. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan data tersebut mengalami perubahan peningkatan yang signifikan, namun demikian Kapolres Banjar berharap kiranya data tersebut minimal dapat dipertahankan dan ditingkatkan sehingga Kamseltibcar Lantas di wilayah hukum Polres Banjar dapat diwujudkan. Dan terlebih lagi keberhasilan Polres Banjar dalam pelaksanaan Operasi Simpatik 2015 dapat diukur apabila setelah pelaksanaan operasi ini kesadaran masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Banjar dalam berlalulintas di jalan lebih meningkat, dalam arti masyarakat lebih memahami aturan berlalulintas yang benar. Dengan demikian mendukung program yang telah dicanangkan, yakni "Sebagai Pelopor Keselamatan Berlalulintas." (Humasresbjr/aji)

Baca Selengkapnya

Label: